×

Dapatkan Tips Cinta Gratis selama 1 tahun!

Your Privacy is SAFE!

Mengapa Pria Usia 30an Lebih Asik Kerja Dibanding Mikirin Nikah?

Mengapa Pria Usia 30an Lebih Asik Kerja Dibanding Mikirin Nikah? Mengapa Pria Usia 30an Lebih Asik Kerja Dibanding Mikirin Nikah?

 

Hai ladies, pada kesempatan kali ini Saya akan menjawab sebuah pertanyaan yang datang dari email. Kamu boleh baca terus sampai akhir karena bisa jadi apa yang ditanyakan juga sedang atau akan kamu alami.

Okey, ini dia pertanyaannya

"Mister, saya sudah berusia lebih dari 30 tahun dan salah satu penyebab kenapa saya belum menemukan pria idaman adalah karena saya terlalu nyaman. Yang saya lihat pria-pria yang JUGA belum menikah di SEUMURAN saya kayaknya ngalamin hal yang sama deh. Mereka sudah terlalu nyaman, kok kayaknya ga cocok ya sama artikel mister Jose yang mengatakan bahwa pria itu PETUALANG dan suka MENGEJAR-NGEJAR wanita. Kebanyakan, pria lajang yang usia 30 keatas lebih asik kerja dan tidak memikirkan jodoh sama sekali… Gimana tuh??"
(nama ingin disamarkan, jadi sebut saja dia Raisa smile

 

Hmm..

Pertanyaan yang menarik dari Raisa.  Kemungkinan besar Raisa baru saja membaca salah satu modul saya di www.MagnetJodoh.com ... Betul kan?wink

Karena memang di salah satu modul tersebut Saya mengatakan bahwa:

"Wanita tidak perlu berusaha terlalu keras untuk mendapatkan cinta
karena memang pria yang dengan sukarela akan mengejar kalian."
-Jose Aditya-

Bagi Kamu yang belum punya modulnya, silakan miliki disini

Baiklah untuk pertanyaan dari Raisa… SATU yang mau Saya tekankan disini adalah, REALITY DOESN’T MATTER BECAUSE THE FANTASY LIVES ON!

Setiap makhluk yang diciptakan oleh Allah memiliki naluri default. Seekor macan tutul memiliki naluri berburu yang tinggi secara otomatis dari kecil. Sedangkan seekor landak memiliki naluri yang kuat untuk melindungi dirinya sendiri dari mangsa predator.

Manusia juga seperti itu, perbedaan gender pria dan wanita dipisahkan oleh NALURI yang berada di alam bawah sadar setiap individu (Dr. Sigmund Freud), baik pria maupun wanita memiliki naluri default masing – masing.

Baca juga: 5 Teknik Komunikasi yang Bisa Mengeratkan Hubungan Cinta, Klik disini

Naluri pria datang dalam bentuk perilaku MASKULIN seperti ingin mendominasi, agresif, kasar dan lainnya.
Sedangkan naluri default dari seorang wanita, yaitu hal-hal FEMINIM yang kebanyakan secara tidak sadar MENGGODA kaum adam, seperti ingin  terlihat cantik, sexy (inilah alasan mengapa wanita suka banget dandan!), manja, ingin menghibur, ingin disayang dll.

Lagi-lagi untuk membuktikan NALURI DEFAULT ini adalah kita harus melihat perilaku anak kecil yang dikendalikan naluri defaultnya yang TENTUNYA masih MURNI. Perhatikan bocah, karena nalurinya masih murni.

Ada eksperimen menarik oleh Louanne Brizendine, MD, peneliti syaraf jiwa di Amerika mengenai naluri ini, dimana seorang gadis balita diberikan mainan mobil truk pemadam kebakaran, namun lucunya gadis ini malah menyelimuti mobil truk mainannya dengan handuk, lalu menggendongnya sambil berkata “Tenang truk kecil, kamu akan baik-baik saja…” seraya memeluknya dengan erat.

WHAT?! Not make sense…
Yap, itulah kenyataannya…
INTInya.. yang mau Saya sampaikan adalah NALURI DEFAULT pria dan wanita berbeda smile
Cara pengambil keputusannya pun berbeda, Cara pendekatannya berbeda.

Namun, semakin dewasa seorang pria dan wanita… Maka naluri default ini mulai terkontaminasi dengan lingkungan dan PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KOMPLEKS.

Manusia, yang PADA DASARNYA tidak takut gagal ketika belajar berjalan… Semakin dewasa malah cenderung TAKUT GAGAL.

Wanita yang PADA DASARNYA feminim dan penyayang, bisa menjadi dingin, jutek, dan ultra selektif pada pria.
Pria yang PADA DASARNYA adalah women hunter dan maskulin, bisa menjadi loyo dan ketakutan untuk mengejar wanita idamannya.

Baca juga yang ini: Tipe Pria Yang Wajib Kamu Hindari, Klik disini

Jadi pertanyaan Raisa diatas terjawab dengan ini, pria-pria yang seusia dengan dirinya namun terlihat tidak begitu tertarik mengejar wanita karena naluri default-nya sudah luntur akibat analisa dan PEMIKIRAN KOMPLEKSnya.

Namun menariknya, fantasi mereka untuk mendapatkan wanita tetap ada, hanya saja dia merasa tidak mampu untuk mewujudkannya. Akhirnya pekerjaanlah yang dijadikan pelarian, ini wajar karena pria hanya akan masuk pada arena yang bisa dimenangkannya.

Mungkin saat ini, pekerjaannya-lah arena dimana dia bisa menang mudah, sambil berharap ada wanita yang kagum akan hasil kerjanya dan jatuh hati padanya.. Semoga jelas yah sodara - sodari laughing

NALURI DEFAULT adalah dasar keputusan dari pria ataupun wanita untuk mengambil keputusan bahwa dia tertarik atau tidak dengan lawan jenisnya. Jika Kamu bisa mengaktifkan NALURI DEFAULT lawan jenis, mereka akan tertarik kepada Kamu secara OTOMATIS! Waow... Menarik bukan? smile

Nah, setelah baca penjelasan Saya barusan entah bagaimana Kamu semakin tertarik untuk bisa mengendalikan naluri default ini dan memanfaatkannya untuk  mendapatkan jodoh yang kamu idamkan.

Saya jamin ketika Kamu sudah tahu bagaimana mengendalikan naluri default dan mempraktekannya, Kamu tidak lagi nyaman merasa sendiri! Kalau ada cara mudah menemukan pasangan hidup, kenapa harus betah sendiri?... smile 

Download sekarang: Free Ebook Cara Membuat Kriteria Pria yang Tepat

Be Great, Be Loved, and START TODAY!

your love coach,
Jose Aditya

Mau Ngobrol dengan saya? Follow saya di instagram @LoveCoach.ID atau LIKE saya di Facebook.

Jose Aditya

Jose Aditya 119 Post

Jose Aditya dikenal sebagai Pelatih Percintaan Wanita#1 di Indonesia.

Dengan niat awal untuk membantu sang kakak perempuan untuk menggapai cinta, Jose Aditya melakukan riset mendalam mengenai kehidupan cinta wanita dari aspek psikologis, biologis, dan neuroscience.

Setelah sedikit banyak berhasil, dia sadar bahwa bukan hanya kakaknya seorang yang membutuhkan solusi ini, melainkan juga jutaan wanita Indonesia lainnya.

Impiannya kini adalah membantu 1 juta wanita untuk bahagia dalam kehidupan cintanya. Dan kini telah berhasil menyentuh kehidupan cinta puluhan ribu wanita Indonesa. Perjalanan masih jauh kawan!

Tinggalkan Komentar