×

Dapatkan Tips Cinta Gratis selama 1 tahun!

Your Privacy is SAFE!

Kapan Nikah? Jawabnya apa... (edisi lebaran)

Kapan Nikah? Jawabnya apa... (edisi lebaran) Kapan Nikah? Jawabnya apa... (edisi lebaran)

 

 

 

Uhuuy!

Sebentar lagi hari nan fitri akan tiba, dan naturalnya semua keluarga berkumpul bersama untuk menikmati hangatnya suasana lebaran. Konsekuensi logis dari hari raya adalah BERBICARA.

Which is... akan ada cerita, PERTANYAAN, dan JAWABAN. Sesuatu yang normal bukan? Hehehe...

Dan tibalah saatnya ketika ada satu pertanyaan keramat meluncur dari salah satu tetua di keluarga kita...

KAPAN NIKAH??

Nah lhooo.... jawab apa..

Ada yang panik, ada yang bingung, ada juga yang kesel...
Dan juga, ada diantara mereka ada yang memilih diam dan tersenyum.

Sudah jadi rahasia umum jika hal ini selalu terjadi berulang-ulang setiap tahunnya.. Dan akan terus terjadi jika kita tidak kunjung menikah bertahun-tahun mendatang. Sampai kapan?  Ya sampai negara api kembali menjajah kita.. Hehe'

Well, karena topik ini selalu menjadi topik hangat ketika lebaran menjelang, saya Jose Aditya akan mencoba mengulas hal yang jarang sekali orang lain angkat dalam topik ini. Saran dibawah adalah hal logis sederhana, yang akan membawa perubahan dalam hidup kamu JIKA DIPRAKTEKAN. Jadi, habis dibaca, di like, dan dikomentari...

Harus pula di TERAPKAN dalam hidupmu ya..!

JAWAB APA?

Mungkin ini pertanyaan yang sering muncul, dan juga paling sering dibahas dalam banyak sekali artikel diluaran. Jika saya menjadi kamu, saya tidak akan pusing-pusing memikirkan akan menjawab apa.. Karena, sejauh proses pembelajaran yang saya lalui, ternyata setiap jawaban yang keluar dari lisan kita adalah sebuah AKIBAT. 

Sampai Mas Indro warkop tumbuh rambut lalu botak lagi pun, MUSTAHIL segalanya menjadi lebih baik jika kita hanya berkutat dengan akibat. Karena akibat, selalu memiliki SEBAB yang mendahuluinya.

Betul? Betul?!

Begini, bayak sekali para wanita yang berpikir terlalu keras untuk menyusun jawaban terbaik dari pertanyaan horror tersebut. Bahkan, ada yang sampai menulis dan berlatih terlebih dahulu setiap respon yang akan dia keluarkan. Tidak peduli seberapa baik wanita berusaha menjalankan rencananya, tetap saja jauh di hati yang paling dalam, ada setitik rasa perih yang terasa ketika mereka mulai berbicara.

Ini terjadi karena memang cara kita menjawab BUKANLAH solusinya.

Hal ini mungkin membantu, tapi tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan secara keseluruhan.
Ini seperti halnya kita ingin senantiasa wangi dengan menyemprotkan parfum tanpa mandi. Wangi sih, tapi ada campuran rasa kecut yang menusuk. Jangan sampai kamu keluar rumah disangka pakai parfum cuka! MANDI adalah solusinya.

Masuk akal?

Jadi, respon terbaik dari segalanya adalah...

Pikirkan SEBABNYA, dan UBAH sebabnya..

Jika Kamu ditanya terus menerus kapan nikah, mungkin hal terseebut dikarenakan:

  • Mereka sayang dan perhatian sama kamu
  • Mereka TIDAK MELIHAT perubahan signifikan dari hidup kamu
  • Mereka ingin membuatmu kesal, agar tersadar!

Tersadar, bahwa Kamu layak untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi. Dan lebih dari itu, jika dipikirkan lagi lebih dalam. Kita akan melihat penyebab-penyebab kenapa diri ini masih juga sendiri.

Berikut adalah yang bisa saya simpulkan dari data riset saya tentang wanita yang terus konsisten melajang:

1. Salah definisi dan tujuan cinta

Salah satu definisi cinta yang paling salah adalah, jika berpikir bahwa kehidupan pernikahan adalah PENYELAMAT kehidupan. Ini bohong! Jangan harap, hanya dengan menikah saja, hidup seorang wanita bisa langsung simsalabim prok prok prok jadi baik! Karena memang, pernikahan bukanlah penyelamat kehidupan kita, tapi justru APA YANG KITA LAKUKAN dalam pernikahan tersebutlah yang akan menjadi penyelamat kita.  

Artinya, jika si wanita ingin memiliki kehidupan percintaan yang membahagiakan, menikah TANPA memperbaiki hal-hal fundamental adalah sebuah kecelakaan! Bukan untung, yang ada jadi buntung!Dan yang paling bahaya dari kepercayaan ini adalah, wanita sadar tidak sadar akan lebih desperate menginginkan pernikahan.

Terkukung dengan belief bahwa mereka harus menikah terlebih dahulu untuk menjadi wanita yang lebih baik. Padahal yang benar adalah, jadi wanita luar biasa baik dulu, maka pernikahan akan menjadi sarana upgrade.

Dan akhirnya, jika tidak berubah, wanita ini akan terus pasif dan tenggelam dengan kebiasaan-kebiasaan buruknya. PASIF, MENUNGGU, menunggu diselamatkan, menunggu dibahagiakan... Coba deh pikirkan lagi, jika kamu jadi pria, mau tidak menikahi wanita seperti ini? Hhhhmmmmm....

Dan definisi cinta salah yang kedua adalah, jika hanya berpikir bahwa kehidupan cinta hanyalah romansa belaka. Sehingga mereka yang mempercayai ini terlalu nyaman menjalin hubungan dengan pria-pria yang bukan suaminya.

Terlalu nyaman dengan romansa dan getar cinta yang ada, dan suatu saat, ketika percikan cinta itu memudar, mereka jadi merasa kosong. Berapa banyak kita melihat, pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun lamanya, atau mereka yang terus-menerus pada pola cinta yang salah, dan kerap berganti-ganti pasangan, pada akhirnya tidak kunjung menemukan pasangan sejati mereka?

Hingga akhirnya mereka berpikir, tidak usah menikah lah.. toh yang penting cinta! Alamak!! kiss

Padahal, Tuhan menciptakan cinta untuk tujuan yang lebih besar. Bukan hanya tentang pernikahan maupun romansa belaka.

Bayangkan kehidupan percintaan yang bisa membuat diri kamu, pasangan kamu, keturunan dan lingkungan kamu menjadi manusia yang paling berguna bagi umat...

Bayangkan, lihat, dan rasakan... Anak-anak tidak perlu melihat pertengkaran orang tuanya, dan benar-benar bisa menjadikan orang tuanya sebagai role model ideal. Potensi karir, finansial, dan bakat bisa terus dikembangkan... Apakah efek domino yang akan terjadi?

YAP! DUNIA - AKHIRAT  YANG LEBIH BAIK

Itu adalah definisi cinta versi saya, kalo versi kamu?? smile

2. Tidak cukup proaktif  

Proaktif adalah lawan kata dari reaktif. Coba kita lihat lagi lebih dalam, pikirkan sejenak, rasakan lagi semua kata-kata yang terdengar dari lisan kita. Apakah lisan kita lebih bersifat proaktif? atau jangan-jangan selama ini kita hanya REAKTIF?!

Proaktif menjawab hampir semua permasalahan yang ada dalam kehidupan kita. Jika kita ingin lebih bahagia, kita tidak bisa duduk damai terdiam, lalu REAKTIF pada setiap hal yang menimpa diri kita. Hidup yang seperti ini tidak akan pernah ada kepastian, kita terombang-ambing dari setiap kejadian yang ada di nasib kita.Maka dari itu penting bagi kita untuk mengawali mindset kita dengan proaktif.

Jika kita sudah proaktif secara benar, maka tidak akan ada lagi yang bisa membuatmu hilang kendali. Mungkin tidak bisa mengendalikan segalanya, tapi minimal kita bisa mengendalikan pikiran kita sendiri.

3. Tidak tahu apa yang harus dilakukan

Banyak wanita yang ingin sekali menikah, tapi tidak paham bagaimana caranya. Sehingga terjebak dengan praktek menunggu dan menunggu. Sampai kapan harus menunggu? Hingga negara api kembali menjajah.. hehe laughing

Sangat penting bagi wanita untuk paham apa yang dia lakukan, ketimbang trial and error secara serampangan. Dengan mengetahui apa yang harus dilakukan guna mendapatkan jodoh yang mereka idamkan, akan membuat segala perjuangan menjadi lebih efektif dan elegan.

 

Jadi, alih-alih memikirkan "Harus Jawab Apa.."
Lebih baik kita membuat progress nyata dalam kehidupan percintaan kita.

Yang terpenting bukanlah jawaban apa yang kamu hafalkan tetapi mindset yang kamu miliki.

Alih-alih menganggap pertanyaan tersebut sebagai bahan untuk menyindir kamu, jadikanlah pertanyaan tersebut sebagai alat untuk membantu kamu mendapatkan jodoh *muehehe

Jadi, mindsetnya adalah menggunakan pertanyaan “Kapan Nikah” SEBAGAI ALAT BANTU agar para sanak saudara membantu kamu mencarikan jodoh. Enak toh? Hehehe.

Caranya dengan ajukan pertanyaan balik saat ada yang bertanya kapan nikah.

Jika mindset ini kamu gunakan dengan tepat maka inilah contoh jawaban yang akan keluar dari mulut kamu:

“Sinta…kapan nikah?”

Maka variasi jawabannya bisa seperti ini

“Eh tante…enaknya kapan menurut tante?” (sambil senyum riang)
Nah loh tantenya bingung jawab apa laughing

“Maunya sih tahun ini tante, ada yang mau dikenalin sama aku kah?” (sambil senyum riang)
Nah loh si tante puter otak siapa yaaa yang bisa dikenalin ke kamu laughing

“Eh tante…kebetulan lagi bingung mau pilih yang mana, bantuin kasi masukan dong tante ” (sambil senyum riang)
Trus si tante malah kasih banyak masukan untuk memilih pria yang bener. Asik deh obrolannya smile

See? Hanya dengan mengubah mindset, CARA MENJAWAB kamu jadi POWERFULL yaitu dengan mengajukan pertanyaan balik. Malahan kamu bisa menjadikan pertanyaan horror menjadi sebuah kesempatan emas untuk membantu tujuan kamu, Menikah… SEDAAAPsmile

Saya jamin 100%, jawaban kamu akan terasa mengalir dan melegakan jika kamu fokus memperbaiki pada sebab-sebab yang terjadi di kehidupan. Kenapa, karena kamu tidak hanya menata lip service semata, melainkan kamu fokus pada aksi perubahan.

Betul? Betul?! Hehehe

Untuk saat ini cukup dulu... Like, share, dan komentar agar teman-temanmu juga merasakan manfaatnya.

Sampai jumpa di artikel berikutnya yaa!

 

Credit Pic : inmagine

Be Great, Be Loved, and START TODAY!

your love coach,
Jose Aditya

Mau Ngobrol dengan saya? Follow saya di instagram @LoveCoach.ID atau LIKE saya di Facebook.

Jose Aditya

Jose Aditya 109 Post

Jose Aditya dikenal sebagai Pelatih Percintaan Wanita#1 di Indonesia.

Dengan niat awal untuk membantu sang kakak perempuan untuk menggapai cinta, Jose Aditya melakukan riset mendalam mengenai kehidupan cinta wanita dari aspek psikologis, biologis, dan neuroscience.

Setelah sedikit banyak berhasil, dia sadar bahwa bukan hanya kakaknya seorang yang membutuhkan solusi ini, melainkan juga jutaan wanita Indonesia lainnya.

Impiannya kini adalah membantu 1 juta wanita untuk bahagia dalam kehidupan cintanya. Dan kini telah berhasil menyentuh kehidupan cinta puluhan ribu wanita Indonesa. Perjalanan masih jauh kawan!

Tinggalkan Komentar