Bagaimana Jika Saya Sudah Gak Perawan Lagi? (Part 2)

Bagaimana Jika Saya Sudah Gak Perawan Lagi? (Part 2) Bagaimana Jika Saya Sudah Gak Perawan Lagi? (Part 2)

Hai ladies, sebelum kita mulai bahas bagaimana perspektif pria (terutama calon suami) tentang keperawanan dan cara mengomunikasikannya, mari kita ambil kesimpulan dulu dari artikel sebelumnya:

  1. Jika setiap wanita mengerti makna yang tepat dari sebuah keperawanan. Maka tidak akan ada yang meremehkan makna keperawanan
  2. Berlarut-larut dalam penyesalan dan tidak bisa bangkit dari rasa bersalah akibat kehilangan keperawanan menandakan kamu perlu menguasai skill move on.
  3. Yang tadinya hanya ada makna buruk dan kesakitan, kini perlu berpindah makna menjadi pelajaran dan perubahan.

    Jika kamu belum sempat baca versi lengkapnya, silakan baca disini ya

Okey, mari kita mulai…

Perspektif pria tentang wanita yang sudah tidak perawan

Well, sama seperti wanita yang terbagi menjadi 2 kelompok (kelompok yang tidak memedulikan keperawanan, dan kelompok yang masih menganggap penting), begitupun dengan pria.

Kelompok pria yang tidak terlalu menganggap penting keperawanan, biasanya mayoritas dari mereka memang sudah gak perjaka lagi.. Sedangkan mereka yang masih menganggap pentingnya menjaga keperawanan bagi wanita, biasanya juga menjaga keperjakaan diri mereka (biasanya loh ya!)

Karena mungkin kamu pernah mendengar ungkapan yang mengatakan: “Seburuk-buruknya pria tetap mengidamkan wanita baik-baik..”

Yang perlu diingat adalah, kehilangan keperawanan bukan berarti kamu tidak berhak mendapat dan memilih pria terbaik. Dan adanya pria yang tidak mempermasalahkan keperawanan bukan artinya kamu tidak menjaga sikap, ketaatan dan tidak punya aturan dalam berinteraksi. Sampai sini semoga jelas ya

Pertanyaannya,

Bagaimana jika wanita yang tidak lagi perawan ingin mendapatkan pria terbaik?
Bagaimana cara mengomunikasikan hal ini?

Izinkan saya menjawab satu per satu ya 

Pertama, jika wanita ingin mendapatkan pria terbaik. Tidak peduli apapun masa lalu kita, jodoh sejati adalah AKIBAT dari sikap baik yang kita lakukan selama ini. Saya ulangi ya, tidak peduli apapun masa lalu kita, jodoh sejati adalah AKIBAT dari sikap baik yang kita lakukan selama ini. Seperti yang sudah saya katakan di artikel part 1,

Setelah kejadian tersebut, Kamu akan jadi wanita yang seperti apa?

Coba perhatikan lagi, apakah kamu masih merasa jijik dengan dirimu yang di masa lalu?
Atau kamu sudah bisa MENERIMA dan bangkit memulai lembaran baru yang bisa jadi penuh harapan dan kebahagiaan yang luar biasa?

Jika kita sendiri masih belum nyaman, masih merasa jijik dan bahkan menghindari membahas masa lalu, maka mendapatkan jodoh sejati adalah hal yang luar biasa sulit.

Saya harap kamu gak kebanyakan nonton drama korea yang ceritanya selalu ada pria tampan yang ujug2 jatuh cinta pada wanita rapuh nan insecure. Please deh, ini dunia nyata! BANGUUUN!! 

Seandainya kamu memerlukan formula ampuh yang memungkinkan Kamu sembuh tanpa perlu pergi ke terapis dan mengeluarkan biaya yang cukup mahal, maka kamu boleh coba Teknik Reduksi yang ada di Move On Formula, klik disini

Okey, lanjooot..!

Bagaimana cara mengomunikasikan hal (sudah gak perawan) ini?

Perlu Kamu ingat, jangan sekali-kali menceritakan masa lalu kamu sembarangan dan di FASE HUBUNGAN yang tidak tepat. Which is, kamu hanya boleh menceritakan hal ini hanya pada pria yang sudah sampai fase menuju komitmen denganmu. Okey?

Seandainya pria tersebut menerima, berarti kabar baik. Kamu bertemu dengan pria yang tidak menilai kamu hanya berdasarkan masa lalu. Jika tidak? Itupun kabar baik karena kamu tidak perlu menikahi pria yang salah, yang tidak bisa melihat perbaikan dari seseorang. Bayangkan kalau kalian jadi menikah dan dia hobi mengungkit-ungkit masa lalu.. bleeeeeeh :p

Dan sekarang bisa dibilang kamu sudah gak sabaar lagi mau ketahui kira-kira kalimat yang “PAS” untuk mengatakan hal ini.

Well, untuk kamu yang sudah join membership Bahasa Pria Full Version, kamu bisa terapkan konsep bahasa pria untuk menyampaikan hal-hal sensitif. Tapi kalau saya kasih contekan lagi gak akan nolak kan? Hehehe..

Kamu bisa katakan begini.. (hanya lakukan ini pada Fase Komitmen)

Mulai dulu dengan validasi perasaan si pria

“Mas Aku penasaran deh, hehe… Apa sih yang bikin Kamu mau nikah sama Aku?”

Dengar jawabannya dengan seksama, perhatikan juga bahasa tubuhnya, apakah masih sejalan dengan kata-kata yang dia ucapkan. Dan terus gali motif yang dimilikinya, sampai kamu YAKIN bahwa dia benar-benar serius untuk mau menjalani hidup berdua denganmu.

Kondisikan Percakapan (Build Up)

“Hoo.. Seneng deh denger jawaban Kamu. Aku jadi tambah yakin jadinya… Btw, boleh gak Aku cerita hal sensitif sama kamu. Aku pengen lihat reaksi Kamu aja, beneran gak Kamu mau nikah sama Aku :D.”

Jika dia tidak berkenan, tidak perlu Kamu paksakan. Nanti saja ketika suasananya lebih enak. Jika dia menjawab tidak keberatan, maka Kamu bisa katakan ini..

————————————————————————————————————————

“Iya… ini sebenernya Aku agak berat bicaranya. Dan tolong rahasiakan ini dari siapapun termasuk keluarga Kamu. Aku cerita karena Aku percaya. Namun harus Aku sampein, karena menurutku kejujuran itu lebih penting dari segalanya. Jadi gini… Aku ini bukan wanita sempurna, Aku punya masa lalu yang kurang enak. Dan aku juga pengen liat reaksi Kamu setelah aku mengatakan ini, jadi Aku bisa tahu apakah kita bisa benar-benar cocok atau tidak.

Namun aku pun tidak akan membatasi ruang gerak reaksi Kamu. Kamu bebas menanggapi apapun tentang ini. Boleh ya?

Hmmm ya… jadi gini, Aku dulu pernah melakukan kesalahan, yang akhirnya menyebabkan Aku kehilangan keperawanan. Tentang bagaimana ceritanya tidak perlu aku cerita lah ya, terlalu panjang dan terlalu menyakitkan untuk diceritakan ulang. Namun dari kejadian itu aku belajar, untuk jadi wanita yang lebih baik, dan menjadi diriku yang seperti sekarang. Dan syukurlah Aku tidak mengulanginya lagi, dan akan komit hanya menyimpan hal tersebut hanya untuk suamiku nanti.

Gitu mas… Kamu masih mau nikah dengan Aku?”

————————————————————————————————————————

Saya jelaskan sedikit, jawaban diatas sangatlah elegan dan jauh dari kesan insecure. Yang dilakukan oleh wanita itu yaa hanya menyampaikan masa lalunya, dan uniknya si wanita ini pun tetap menggunakan masa lalunya yang buruk untuk memvalidasi apakah si pria benar-benar jodoh sejatinya atau bukan.

Sehingga apapun reaksi yang dikeluarkan oleh si pria akan jelas. Jika dia tetap menerima si wanita, artinya dia adalah pria yang tepat. Tapi jika sudah dijelaskan dengan baik seperti ini, dan dia akhirnya pergi menjauh, maka jelas sudah bukan dia jodoh sejatimu.

Huaaah.. panjang juga yah sampai 2 part ngomongin tentang “beginian” hehehe.

Untuk kamu yang ingin move on lebih cepat, lebih hemat dan tanpa harus pergi ke terapis maka miliki buku Move On Formula adalah sebuah keputusan yang sangat menguntungkan. Karenanya, kamu bisa kunjungi situs www.MoveOnFormula.com untuk langsung lakukan pemesanan.

Move on memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin.
Saya tidak tahu seberapa buruknya kondisi kamu sekarang, atau masalah berat apa yang sedang menimpa kamu. Yang pasti, kita punya kebebasan memilih. Apakah ingin terus berada di kondisi tidak berdaya atau Move On.

Sampai ketemu di Move On FormulaRahasia untuk Keluar dari Kondisi Terpuruk Tanpa Perlu Berpura-pura Kuat.

Be Great, Be Loved, and START TODAY!

your love coach,
Jose Aditya

Mau Ngobrol dengan saya? Follow saya di instagram @LoveCoach.ID atau LIKE saya di Facebook.

Jose Aditya

Jose Aditya 94 Post

Jose Aditya dikenal sebagai Pelatih Percintaan Wanita#1 di Indonesia.

Dengan niat awal untuk membantu sang kakak perempuan untuk menggapai cinta, Jose Aditya melakukan riset mendalam mengenai kehidupan cinta wanita dari aspek psikologis, biologis, dan neuroscience.

Setelah sedikit banyak berhasil, dia sadar bahwa bukan hanya kakaknya seorang yang membutuhkan solusi ini, melainkan juga jutaan wanita Indonesia lainnya.

Impiannya kini adalah membantu 1 juta wanita untuk bahagia dalam kehidupan cintanya. Dan kini telah berhasil menyentuh kehidupan cinta puluhan ribu wanita Indonesa. Perjalanan masih jauh kawan!

Tinggalkan Komentar