"Apakah saya harus menurunkan standar?"

"Apakah saya harus menurunkan standar?"
 
"Dear Coach, usia saya sekarang 28 tahun. Orang-orang sekitar sudah mulai banyak yang menyarankan untuk menikah. Tapi tidak sedikit juga diantara mereka yang menganggap standar saya terlalu tinggi.
 
Padahal, Saya sudah menurunkan standar kriteria saya karena saya benar-benar ingin punya teman hidup untuk menjalani hidup saya ini mister. Tapi ga berhasil juga.
 
Saya merasa sudah mengikuti saran Coach Jose, memang ada yang berhasil tapi sampai saat ini saya belum juga menemukan. Saya ingin sekali punya pedamping hidup.." -sebut saja Christy
 
Tulisan diatas adalah rangkuman dari sekian banyak email sejenis yang masuk. Hmm.. Tidak sedikit wanita merasa harus menurunkan standar saat belum menemukan pria yang mereka mau. Pertanyaannya, apakah tindakan tersebut sudah TEPAT?
 
Well, jika tujuan wanita menurunkan standar hanya untuk bisa mendapatkan pendamping hidup jelas itu adalah tindakan yang ceroboh.
 
Coba sejenak kita berandai-andai.. boleh kan?
Seandainya saja, setelah kamu menurunkan standar.. Lalu ternyata kamu berhasil menikah! YEAAAH! Hore!
 

Alhamdulillah status sudah berubah. But wait! Bukankah semua pernikahan pasti punya konflik? Disinilah ROMANSA NERAKA mulai terjadi.

 
Mentor saya, Tony Robbin pernah mengatakan:
We all get what we tolerate "
 
Ketika seseorang mentolerir kemalasannya, ia akan mendapatkan kefakiran. Entah itu menjadi seorang yang fakir ilmu, fakir secara materi, dan lain-lain.
 
Ketika seseorang mentolerir kebiasaan ngemil tidak sehat dan gaya hidup semaunya, ia akan mendapatkan berat badan yang berlebih plus resiko penyakit menakutkan.
 
Ketika seorang atasan mentolerir bawahan yang kerja malas-malasan, rajin telat maka perusahaannya tinggal menunggu kehancuran akibat kinerja tim yang buruk.
 
SEE? Kita SELALU mendapatkan apa yang kita tolerir. 
 
Sekarang coba sejenak kita bayangkan, JIKA ada wanita yang menurunkan standarnya. Mentolerir kebiasaan buruk pasangannya, mentolerir beberapa kriteria yang seharusnya tidak ada kompromi untuk hal itu...
 
Bayangkan pernikahan yang harus ia jalani beberapa tahun ke depan bersama pria yang (harusnya) tidak ia nikahi sejak awal...
 
Dear ladies, you can save your years ahead by learning and understanding the relationship
 
Mungkin banyak dari kamu sudah tahu bahwa besok pendaftaran Magnet Jodoh dan Bahasa Pria akan kembali dibuka. Dan ya, tentu saja kamu boleh belajar lebih jauh tentang mindset yang tepat dan teknik yang powerfull disana. Tapi saya tidak ingin memaksa kamu untuk daftar kesini.
 
Saya lebih ingin memaksa kamu untuk miliki standar yang baik dan tegas dengannya. Semakin tegas akan semakin baik. Untuk kriteria utama, there's NO DISCOUNT you know..
 
Dulu sebelum saya menikahi pasangan saya, dia dengan tegas bilang bahwa dia tidak ingin menikahi pria perokok.
Dia tidak peduli seberapa tampan atau mapan diri saya saat itu. Jika saya perokok, dia akan langsung NEXT.
Untungnyaaaa saya sudah tidak lagi merokok saat itu. Akhirnya bisa nikahin doi deh! Hehehe.
 
Tapi tunggu dulu, apakah ia hanya bersikap seperti itu saat kami dekat? Ternyata TIDAK ladies.
Dia sudah sejak dulu bersikap tegas dengan standar yang ia miliki. Dan tahukah kamu? Pria-pria yang serius mendekatinya sama sekali tidak ada pria yang perokok. 
 
Terbukti bahwa, kita akan selalu mendapat apa yang kita tolerir.
Ketika seorang wanita mentolerir pria perokok, maka yang mendekat adalah pria-pria perokok.
Jika tidak, maka ia juga akan mendapatkan pria-pria yang ia inginkan.
 
Sampai sini jelas ya? ^ ^
 
Lanjuuut.
 
Lalu kalau tidak perlu menurunkan standar, solusinya apa dong Coach? Good question!.
 
Banyak member saya dulu sering dinggap wanita pemilih karena memiliki kriteria pria yang menurut awam "ketinggian". Kalau kmu juga mengalaminya, stay cool ajaa! Hehehe.
 
Lha wong untuk make up aja wanita harus pilih-pilih apalagi untuk pasangan hidup ya, kan?
 
Nah sekarang masalahnya, apakah ada standar yang terlalu tinggi?
Hmm... Saya pribadi percaya, tidak ada standar yang terlalu tinggi. Yang ada hanyalah kapasitas diri kita yang belum sesuai smile
 
Jadi pilihannya adalah, UPGRADE DIRI agar pantas untuk standar yang sudah kita tetapkan.
 
Pertanyaannya adalah, seberapa cepat diri ini mau UPGRADE?
Seberapa kencang kita bertindak?
Seberapa kuat niat kita hingga apapun bisikan ngga enak mampu kita lalui dengan bijak?
 
Silakan jawab dan renungkan.
 
Saran saya yang kedua... UBAHLAH DEFINISI CINTA KAMU

Yuk coba perhatikan lagi curhatan diatas. Berapa banyak wanita yang secara tidak sadar ingin menikah karena ingin hidupnya TERSELAMATKAN!
 
Ini salaaaaah... karena dengan mindset seperti ini, setelah berhasil menikah pun kamu akan jadi wanita yang pasif dan MENUNGGU dibahagiakan oleh suami. Lha kalu suaminya mengerti, kalo nggak?? Berantem gak? Ribut gak? IYA PASTI LAH...
 
Mindset ingin diselamatkan hanya akan membuat wanita selalu pasif bukan proaktif, padahal jika saja mereka baca di module program online saya (Magnet Jodoh) WANITA ITU HARUS PROAKTIF untuk bahagia dalam kehidupan percintaanya.
 
Dan heiy, proaktif disini bukan untuk menguntungkan pihak laki-laki, tapi yang utama adalah untuk kebaikan dirimu sendiri.
 
Karena mereka yang benar-benar mencintai diri sendiri akan melakukan yang terbaik..."
 
Saran saya, teruslah bertumbuh, teruslah cari solusi, carilah teman wanita yang sama-sama satu tujuan dengan kamu. Karena jika kamu berjuang sendirian PASTI AKAN SULIT.
 
Beruntunglah mereka yang sudah tergabung di Secret Grup Facebook member Magnet Jodoh. Lebih dari 350+ wanita berkumpul disana dari total 800+ member MJ. Karena selain belajar banyak studi kasus, kalian juga bisa menjalin silahturahmi dan praktek bareng, terutama mereka yang domisilinya sama.
 
Semoga tulisan kali ini mencerahkan. Mohon maaf bila ada kekurangan :)
 
 
  
 
 
 

Be Great, Be Loved, and START TODAY!

your love coach,
Jose Aditya

Mau Ngobrol dengan saya? Follow saya di instagram @LoveCoach.ID atau LIKE saya di Facebook.

Jose Aditya

Jose Aditya 94 Post

Jose Aditya dikenal sebagai Pelatih Percintaan Wanita#1 di Indonesia.

Dengan niat awal untuk membantu sang kakak perempuan untuk menggapai cinta, Jose Aditya melakukan riset mendalam mengenai kehidupan cinta wanita dari aspek psikologis, biologis, dan neuroscience.

Setelah sedikit banyak berhasil, dia sadar bahwa bukan hanya kakaknya seorang yang membutuhkan solusi ini, melainkan juga jutaan wanita Indonesia lainnya.

Impiannya kini adalah membantu 1 juta wanita untuk bahagia dalam kehidupan cintanya. Dan kini telah berhasil menyentuh kehidupan cinta puluhan ribu wanita Indonesa. Perjalanan masih jauh kawan!

Tinggalkan Komentar