Bagaimana Jika Saya Sudah Gak Perawan Lagi?

Bagaimana Jika Saya Sudah Gak Perawan Lagi? Bagaimana Jika Saya Sudah Gak Perawan Lagi?

Sebelum kita mulai ngomongin hal-hal yang sensitif, izinkan saya mengutip sebuah kalimat..

“Tuhan mengizinkan kita untuk mengambil pilihan-pilihan dalam hidup kita beserta segala konsekuensi atas pilihan-pilihan tersebut. Itulah mengapa, hidup kita 100% adalah tanggung jawab kita sendiri”
Move On Formula, halaman 111


 

Hmmm.. topik ini sebenarnya agak-agak sensitif ya? Hehe... Tapi it’s oke lah, kita bahas saja. Karena sudah terlalu banyak wanita yang menanyakan pertanyaan ini:

“Mister gimana jika saya sudah tidak perawan lagi?!”

Ups! Gimana bahasnya ya? Hehe...

Sebenarnya, pertanyaan di atas itu masih agak gak jelas sih.. Karena belum lengkap, dan maksud pertanyaannya juga masih sangat-sangat buram.

Dan tidak hanya satu orang tapi cukup banyak pertanyaan seperti ini masuk pada inbox email saya. Tapi so far, saya paham lah apa maksud pertanyaannya. Okee.. mari kita jawab ya!

Pertama saya akan menjawab ini dalam 3 segi bahasan:

  1. Dari sisi makna
  2. Dari perspektif si pria (terutama calon suami)
  3. Dari cara mengkomunikasikannya...

So, let’s go pada poin yang pertama

    Makna

Well, dari segi bahasa, sudah tidak perawan itu yaa artinya sudah tidak utuhnya selaput dara pada genital wanita. Meskipun hal ini tidak selamanya benar, karena sebenarnya dengan aktvitas olah raga pun robeknya selaput dara tetap bisa terjadi.

Jadi agar lebih mudah, untuk kepentingan tulisan ini, saya akan mendefinisikan tidak perawan adalah wanita yang sudah pernah berhubungan seksual dengan seroang pria. Sampai sini dulu kita sepakat ya...

Lalu apa makna dari perawan itu sendiri bagi wanita? Kenapa hal tersebut begitu penting bagi wanita Indonesia? JELAS PENTING! Karena keperawanan adalah simbol dari kesucian, ketaatan, dan keteraturan diri bagi si wanita.

Lalu bagaimana jika seorang wanita sudah tidak perawan?

Hnah, lagi-lagi hal ini tergantung...

Jika wanita sudah tidak perawan lagi karena pernah menikah dengan seoran pria, maka hal tersebut adalah sebuah kewajaran.

Namun, bagaimana jika si wanita kehilangan keperawanannya diluar penikahan, baik secara sengaja, maupun tidak sengaja? Apakah hal ini membuat mereka tidak lagi suci dan sudah keluar dari ketaatan?

Well TERGANTUNG!

Begini teman-temanku wanita yang elegan! Banyak sekali masyarakat kita salah fokus, bahwa keperawanan hanya dilihat sebagai fungsi “segel”nya saja. Sehingga kini wanita yang tidak lagi perawan jadi terbagi menjadi dua kelompok.

Yang pertama adalah kelompok wanita yang tidak lagi menganggap penting tentang arti keperawanan, BODO AMAT dengan keperawanan! Kata mereka. Dan yang kedua adalah kelompok wanita yang masih menganggap penting arti keperawanan, namun begitu menyesal hingga tidak bisa memaafkan diri sendiri dan terus menyesali kehilangan keperawanan mereka.

Yang dimana, keduanya menurut saya tidaklah benar!

Karena sebenarnya, yang penting dari keperawanan bukanlah pada fungsi “segel” nya saja, tapi lebih ditekankan pada sikap si wanita tersebut secara keseluruhan. Tentang cara pikir, bagaimana mereka bersikap, berinteraksi, dan menempatkan dirinya dalam dunia sosial.

Karena wanita yang setia menjaga keperawanannya, diharapkan bisa menjaga tutur katanya. Tahu sebagai apa perannya, dan juga paham akan kesehatannya sendiri.

Karena memang, wanita yang sudah tidak perawan (apalagi karena kesengajaan), lebih rentan melakukan kontak seksual dengan beberapa pria berbeda sebelum menikah, dan hal ini buruk bagi kesehatan mereka. Betul bukan?

Dan hal ini menjadi sangat penting, karena wanita memiliki anugerah peran yang luar biasa untuk membangun peradaban. Dan sejatinya, pondasi dari karakter bangsa yang kuat itu yaa dari wanita itu sendiri. Bukan pada pria. Yes! Man is nothing without woman!

Hnah dengan begini, jika setiap wanita mengerti makna yang tepat dari sebuah keperawanan. Maka tidak akan ada yang meremehkan makna keperawanan. Dan juga tidak akan ada wanita yang terlalu larut dalam penyesalan ketika keperawanan itu hilang (baik sengaja ataupun tidak).

Bagini, menyesal itu boleh. Karena itu tanda bahwa Kamu masih memiliki moral compass dan tidak setuju atas hal tersebut.

Namun berlarut-larut dalam penyesalan dan tidak bisa bangkit dari rasa bersalah akibat kehilangan keperawanan pun tidak benar!

Karena mereka yang sudah tidak perawan BUKAN BERARTI adalah wanita kotor!

Begini simpelnya, setiap manusia punya masa lalu right?

Dan setiap manusia, pasti pernah salah, pasti pernah tergelincir dalam tindakan yang merugikan dirinya sendiri.

Namun bukan artinya manusia tersebut hina!

Resapi ini, bahwa manusia TIDAK BISA DINILAI dari satu perbuatan. Sama seperti sebuah buku, jika kita baru membaca pada bagian awal, kita tidak pantas menilai isi bukunya sebelum kita selesai membacanya.

Jadi selama masih ada nafas, dan hidup kita belum berakhir, selalu ada makna luar biasa yang kita guratkan dalam “buku kehidupan” kita.

Namun bagaimana jika hal tersebut terlalu sakit? Bagaimana jika si wanita kehilangan keperawanan karena paksaan?

Well, jika ini yang terjadi, Kamu perlu menguasai ilmu untuk move on.

Karena sebenarnya, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita selalu bersifat netral, SAMPAI KITA SENDIRI YANG MEMBERI MAKNA.

Sekarang, tanyakan pada dirimu sendiri. Makna apa yang Kamu berikan pada kejadian tersebut? Apakah negatif? Apakah maknanya buruk? Jika ya... Bisakah diganti dengan makna yang baru?

Seperti...

Pelajaran apa yang bisa Kamu ambil dari kejadian tersebut?

Setelah kejadian tersebut, Kamu akan jadi wanita yang seperti apa?

 

Teruslah bertanya pada dirimu sendiri, hingga akhirnya makna tersebut bergeser. Yang tadinya hanya ada makna buruk dan kesakitan, kini mulai berpindah makna menjadi pelajaran dan perubahan.

Karena manusia luar biasa adalah mereka yang bisa memanfaatkan kejadian buruk dalam kehidupannya, menjadi  pendorong dirinya untuk bangkit lagi jadi lebih baik. Apakah itu Kamu?

Well... Intinya, hidup kita belum selesai, masih ada hal luar biasa yang harus kita lakukan. Syaratnya ya kita harus bisa move on terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Kebetulan sudah saya bahas di buku Move On Formula, kamu boleh miliki bukunya nanti supaya kamu bisa keluar dari kondisi terpuruk tanpa harus berpura-pura kuat. Dan yang paling penting dari semuanya, kamu bisa memaafkan dirimu sendiri dan juga “dia”..

Sampai sini, saya harap kita semua sudah putuskan untuk move on wink

Every sinner has a past, and every saint has a future.. smile

Jadi, pertanyaan: apakah wanita yang sudah tidak perawan masih layak mendapatkan pria terbaik?
Tentu saja jawabannya IYA.

Semua tergantung kita.
Keputusan move on ada di tangan kita.
Pesan saya, jika kita sudah beres dengan masa lalu maka akan lebih mudah menyambut masa depan dengan penuh sukacita dan optimisme.

Bukankah itu yang kamu inginkan?

Selanjutnya tentang perspektif si pria (terutama calon suami) dan cara mengomunikasikannya akan kita bahas besok ya.

Ohya, apakah kamu bersedia bantu saya untuk membantu lebih banyak wanita untuk bahagia dalam kehidupan cintanya? Jika Ya, Kamu boleh membagikan/menginfokan artikel ini pada mereka yang sedang membutuhkan. Yuk rangkul mereka seperti saya merangkul kamu smile

Karena saya percaya, wanita yang bahagia bisa membuat lebih indah.
Dimulai dari kamu smile

Semoga bermanfaat! Sampai ketemu di PART Kedua, baca disini 

Be Great, Be Loved, and START TODAY!

your love coach,
Jose Aditya

Mau Ngobrol dengan saya? Follow saya di instagram @LoveCoach.ID atau LIKE saya di Facebook.

Jose Aditya

Jose Aditya 94 Post

Jose Aditya dikenal sebagai Pelatih Percintaan Wanita#1 di Indonesia.

Dengan niat awal untuk membantu sang kakak perempuan untuk menggapai cinta, Jose Aditya melakukan riset mendalam mengenai kehidupan cinta wanita dari aspek psikologis, biologis, dan neuroscience.

Setelah sedikit banyak berhasil, dia sadar bahwa bukan hanya kakaknya seorang yang membutuhkan solusi ini, melainkan juga jutaan wanita Indonesia lainnya.

Impiannya kini adalah membantu 1 juta wanita untuk bahagia dalam kehidupan cintanya. Dan kini telah berhasil menyentuh kehidupan cinta puluhan ribu wanita Indonesa. Perjalanan masih jauh kawan!

Tinggalkan Komentar